[Pulchritudo] = Keindahan




Kau kekasih,
Yang kusebut kembang melati
Harummu semerbak meneduhkan hati
Jangan mudah mati
Janganlah cepat mengering
Lalu gugur berkalang tanah.
Tancapkan akar-akarmu kokoh mencengkeram buana
Tetap berjuang memekarkan putih sucimu

Kau kekasih,
Yang juga kusebut gadis pelangi
Membentang hampar di langit begitu tinggi
Meski raga ini tak mampu menyentuhmu
Namun kaulah keindahan
Yang selalu ingin kupandang
Kunantikan setiap saat hujan mereda

Kaulah senyuman selepas tangisan

Pangeran Uburubur
Waihaong - Ambon, 22 Januari 2018

Diligitis



Di tepi pantai ini aku duduk bersila
Bersajak pada riak bersahut-sahutan
Kata demi kata telah teruntai
Sejak tadi pagi hari
Sampai kini saat mentari makin menari
Dengan lidah apinya yang membakar;
Diri bahkan jiwa telah terasa membara

Kata adalah rasa
Terungkap lewat resonansi pita suara
Sedangkan kita adalah jarak
Di antara laut menghampar melewati batas cakrawala

Lalu kasih menjadi lautan
Yang menghubungkan pulau tempatmu berdiam
Dengan daratan tempatku berpijak

Namun cinta adalah Api
Yang melahap segalanya menyisakan Kita

Pangeran Uburubur
Pantai Liang - Ambon, 21-01-2018 .

#SederhanaDesaku


Di bawah kolong langit

Butiran pasir kian menguning



Bumi tempat berpijak
Dan biru laut menghampar



Ada nyiur melambai 
Ada pepohonan bakau berdiri tegak
Menjaga tepian yang berkarang



Ada cengkih, pala, kopi dan coklat
Simponikan nyanyian syahdu 
Saat tersentuh hembusan angin
Pada hijau daunnya yang bergoyang



Sederhana desaku



Di sana, tak ada hiruk pikuk kendaraan berlalu lalang.
Jalan raya saja tak ada.



Atau bunyi sirene kapal,
Hendak berlabuh dan berangkat tinggalkan dermaga.
Pelabuhan pun tak ada.



Lalu gemerlap lampu warna-warni di malam hari?
Pun tak ada, 
Sebab listrik tak sampai disana.



Sederhananya desaku,
Atau bolehkah ku bilang tertinggal? .
.
📝 PangeranUburubur
📆 Ambon, 2 Maret 2017

#MenujuCahaya


#DimanaKauKini?


#SampaiNanti


#SenyumanItu


Perihal cinta,
Seringnya aku diam tak bersuara
Hanya hatiku berbicara
Kau tak pernah tahu sebenarnya
Bahwa asaku nyata adanya

Bukankah tugasmu menjemput lega?
Tapi mengapa?
Selalu saja kau mengira
Jika sikapku selalu jabarkan luka
Hingga membuatmu berduka

Ingin kusampaikan padamu gadis,

Jangan mudah menangis,
Senyum milikmu teramat manis