Di bawah kolong langit
Butiran pasir kian menguning
Bumi tempat berpijak
Dan biru laut menghampar
Ada nyiur melambai
Ada pepohonan bakau berdiri tegak
Menjaga tepian yang berkarang
Ada cengkih, pala, kopi dan coklat
Simponikan nyanyian syahdu
Saat tersentuh hembusan angin
Pada hijau daunnya yang bergoyang
Sederhana desaku
Di sana, tak ada hiruk pikuk kendaraan berlalu lalang.
Jalan raya saja tak ada.
Atau bunyi sirene kapal,
Hendak berlabuh dan berangkat tinggalkan dermaga.
Pelabuhan pun tak ada.
Lalu gemerlap lampu warna-warni di malam hari?
Pun tak ada,
Sebab listrik tak sampai disana.
Sederhananya desaku,
Atau bolehkah ku bilang tertinggal? .
.
š PangeranUburubur
š Ambon, 2 Maret 2017

0 komentar: